7 Cara Menjaga Bisnis Tetap Bertahan Di Tengah Pandemi Virus Corona

Selain itu, sampaikan juga aktivitas program ‘Marketing In Crisis’ melalui sarana digital seperti web site, sosial media, media digital, aplikasi chatting, poster dan spanduk di masing-masing gerai dengan konten yang menarik. Situasi pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, terutama di bidang ekonomi. Akibatnya, banyak bisnis di sektor casual, termasuk Usaha Kecil Menengah dan UMKM terkena dampaknya. Strategi advertising yang diterapkan perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Bertahan bisnis di masa pandemi ini

Tanpa terasa, masa pandemi di Indonesia sudah berlangsung hampir satu tahun lamanya. Bagi teman-teman UKM, kondisi pandemi dengan segala batasan dan aturan PSBB-nya yang tak habis-habis tentu makin terasa melelahkan. Laporan terbaru dari Badan Pembangunan PBB dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial Universitas Indonesia, 9 dari 10 UMKM di Indonesia mengalami penurunan permintaan produksi selama pandemi COVID-19.

Suatu perusahaan atau firma dapat ditetapkan sebagai UMKM jika memenuhi kriteria. Untuk usaha mikro Menurut Peraturan Perundang-undangan No. 20 tahun 2008, UMKM dibedakan menurut jenis usahanya, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah. Digital Ads – Dengan menciptakan iklan berbasis digital misalnya Youtube ads, Facebook ads, & Google ads dipercaya efektif buat meningkatkan merk awareness dan memudahkan UMKM pada menjangkau konsumen yg lebih luas.

Untuk mendapatkan banyak pengetahuan baru, replace terbaru, dan berbagi pengalaman. Kamu bisa mulai menerapkan pengecekan suhu terhadap pelanggan yang akan masuk hingga menyiapkan hand sanitizer maupun antiseptik. Pastikan pula ada space Game Gacor cuci tangan yang bersih dan berfungsi dengan baik. Lakukan hal baik agar dapat bertahan di masa pandemi dan semoga pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu sehingga perekonomian dan iklim bisnis di Indonesia menjadi lebih baik.

Bisnis jasa kecantikan seperti salon pun bisa menyiasati strategi ini dengan mengubah fokus dari jasa menjadi ritel produk kecantikan. Hutami menyarankan, produk yang biasa dipakai untuk pelanggan bisa dikemas dan dijual lewat platform digital. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah memang tidak bisa menyenangkan kepada semua orang, seperti halnya dua sisi mata pisau dan tentu akan menimbulkan dampak ke berbagai pihak, baik positif ataupun negatif. Dilihat dari dampak positifnya tentu pemerintah ingin mencegah timbulnya keramaian sebab semua aktifitas dilakukan di rumah saja.

Produk yang dijual secara on-line pastilah akan melalui proses pengiriman jasa kurir. Untuk memenuhi prosedur kesehatan, jangan lupa melakukan pengemasan ganda. Sehingga ketika produk tiba di tangan pelanggan, mereka bisa melakukan penyemprotan atau tindakan lain untuk mencegah penyebaran virus dengan membuang bungkus pada lapisan terluar. “Belajar tentang bertahan dalam bisnis pada masa pandemi ini harus sabar dan melihat peluang dahulu, jangan gegabah dan mudah tergiur oleh hal-hal yang kelihatannya sangat mudah dan cepat menguntungkan. Sebaiknya dilakukan analisa atau reseach kecil untuk menambah kemantapan dalam berbisnis,” tegasnya. Kegiatan yang merupakan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilakukan secara terbatas dan dengan protokol kesehatan ketat.

Tidak hanya omzet yang menurun, beberapa perusahaan bahkan terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap beberapa karyawannya. Beberapa usaha bahkan harus gulung tikar karena tidak lagi sanggup mencukupi ongkos produksi. Dalam situasi sulit seperti ini siapapun kini dituntut untuk memiliki daya kreatif yang tinggi agar tetap bertahan. Buatkan berbagai foto produk Anda untuk ditayangkan di media promosi online yang tersedia. Foto harus menarik dan menampilkan kondisi produk atau jasa dan layanan bisnis Anda.